Pro dan Kontra Robot Menggantikan Pekerjaan Manusia

Sekarang ini kita telah rasakan faedah dari ada kecerdasan buatan. Hal semacam ini adalah segi yang begitu luas, tetapi dari segi pemula, kita telah dapat saksikan bagaimana kecerdasan aplikasi asisten virtual seperti Siri serta Google Assistant yang dapat kita perintah cuma dengan nada.

Hal semacam ini terang bakal berlanjut, serta semakin lama semuanya aspekakan dikuasai kecerdasan buatan, pekerjaan dapat hilangdan bahkan juga jodohpun ada di tangan kecerdasan buatan.

1. Elon Musk yaitu aktivisnya

Elon Musk, milyuner yang memiliki Tesla, juga orang yang begitu menginginkan peradaban Bumi geser ke Marsmeski itu masihlah tidak mungkin saja, pernah menyebutkan kalau perubahan kecerdasan buatan seperti ” memanggil setan, ” dimana perubahan ini bakal membahayakan umat manusia. Saat ini dia berkomentar lagi masalah sentimen yang sama.

Ditulis dari The Verge, sang milyuner menyebutkan kalau pada intinya manusia mesti jadi robot supaya dapat tetaplah berkompetisi melawan canggihnya tehnologi.

” Dari saat ke saat kita mungkin saja bakal lihat paduan pada kecerdasan biologis serta kecerdasan digital. Hal semacam ini bakal berbentuk kecepatan koneksi pada otak Kamu dengan versus digital dari diri Kamu sebagai output, ” ungkap Elon.

2. Manusia telah kalah dengan komputer

Hal semacam ini cukup menarik, lantaran nyatanya dapat dibuktikan kalau kecepatan manusia berkomunikasi jauh kalah di banding computer. Computer dapat berkomunikasi dalam trilyunan bit per detiknya, sesaat manusia cuma 10 bit per detik. Walau mesti Kamu ingat kalau manusia pelajari efektivitas dalam berkomunikasi, bukanlah kecepatannya.

Contoh lain yang dimaksud oleh Elon Musk yaitu bagaimana robot dengan begitu gampang kuasai pekerjaan manusia. Dalam konteks itu, Elon mencontohkan ingindara yang saat ini telah dapat ditukar karenanya ada mobil automatis, yang dapat dibuktikan tambah baik dalam soal keamanan. Pasti dalam soal ini pekerjaan seperti driver bakal selekasnya tergerus tehnologi bila manusianya sendiri tak kompetitif.

3. Telah banyak pula manusia yang ‘bersatu’ dengan robot

Hal semacam ini bukanlah hal yang baru didunia tehnologi. Aktivitas ganti ‘suku cadang’ badan dengan robot sudah berlangsung mulai sejak lama. Hal semacam ini sesungguhnya bukanlah untuk berkompetisi melawan kecerdasan buatan, tetapi untuk menyempurnakan manusia yang senantiasa ada kurangnya.

Dari mulai pria dengan penis robot, jari yang ditanam flashdisk, sampai mata bionik yang dapat buat seseorang tuna netrabisa lihat kembali.

Dengan adanya ini saja, manusia begitu punya potensi untuk jadi sosok lebih prima dengan menyematkan tehnologi di tubuh biologisnya. Dengan adanya ini, pertandingan pada manusia serta kecerdasan buatan jadi lebih mengerikan.

4. Hal semacam ini tidak bakal berlangsung demikian saja

Walau sekian, hal semacam ini tidak bakal dapat berlangsung demikian saja lantaran pasti perubahan mesin serta computer tetaplah mesti dalam kuasa manusia. Walau hal semacam ini yaitu hal yang baik di sebagian segi, tetapi juga penting untuk memikirkan apakah tehnologi telah terlalu berlebih dalam memengaruhi hidup manusia atau tak. Lantaran pasti utama untuk memprioritaskan kebutuhan manusia, daripada kebutuhan robot yang bahkan juga tidak mempunyai kehidupan serta perasaan.

Harusnya diskusi etis mengenai gosip bagaimana satu tehnologi bakal memengaruhi manusia, dikerjakan bahkan juga sebelumnya tehnologi itu diperkembang. Perusahaan mesti mengawali untuk pikirkan gosip bagaimana manusia berpartner dengan mesin atau robot, serta jalinan jenis apa yang menginginkan diperkembang dengan mesin atau robot itu.

Baca Juga Tentang Harga  : Temukan.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *